PUSAT UNGGULAN IPTEK POLITEKNIK KESEHATAN (PUI-PK)

Komitmen Poltekkes Kemenkes Kendari dalam membentuk Pusat Unggulan

Pusat Studi Stunting Di Daerah Pesisir

 

Salah satu masalah yang berhubungan dengan ibu dan bayi di Sulawesi Tenggara adalah bayi dan balita yang mengalami gizi buruk dan kurang dan stunting. Pada tahun 2017 jumlah gizi buruk pada bayi dan balita sebanyak 279 kasus dan jumlah kasus stunting sebanyak 36,4% (PSG, 2017) dan pada tahun 2018 jumlah stuntung di Sulawesi Tenggara sebesar 30,4% (Riskesdas, 2018). Salah satu visi misi Poltekkes Kemenkes Kendari adalah melakukan kegiatan yang di fokuskan pada daerah pesisir. Kasus stunting di daerah pesisir sebesar 30%. Karena masih banyaknya kasus stunting yang ada di daerah pesisir sehingga perlu dibentuk suatu wadah penelitian yang khusus untuk menangani masalah stunting yaitu di dirikannya pusat studi stunting di daerah pesisir.

Pusat studi stunting ini didirikan berdasaarkan SK Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari Nomor: UT.0101/1/6678/2018.  Diharapkan dapat menjadi wadah untuk menangani masalah stunting sehingga dapat mengurangi masalah stunting di daerah pesisir dengan memanfaatkan sumber daya alam masyarakat pesisir seperti banyaknya hasil laut seperti ikan dll yang sangat bermanfaat untuk mengatas stunting. Pusat Unggulan Stunting di daerah Pesisir Poltekkes Kemenkes Kendari berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya promotif, preventif, kuratif terbatas dan rehabilitatif yang inovatif.

Adapun Tujuan yang ingin dicapai adalah membentuk Pusat Unggulan Stunting di daerah Pesisir  meliputi:

  1. Menghasilkan produk penelitian  yang dapat digunakan oleh masyarakat tentang Pencegahan dan Pengobatan stunting di daerah pesisir
  2. Mendapatkan HAKI tentang stunting di daerah pesisir
  3. Melakukan publikasi hasil penelitian dan desiminasi stunting di daerah pesisir
  4. Menjadi rujukan sebagai  Pusat Unggulan stunting di daerah pesisir
  5. Mengembangkan kerjasama penelitian / joint researchdalam maupun luar negeri tentang stunting di daerah pesisir

Sumber daya manusia (SDM) di Poltekkes Kemenkes Kendari saat ini berjumlah 81 orang periset aktif yang terdiri dari 74 orang tenaga pengajar lulusan S2 dan 7 orang lulusan S3. Selain itu, aset sumber daya riset adalah peserta didik yang sedang melaksanakan studinya baik di level d3 dan d4. Tenaga pendukung riset juga mempunyai peranan yang penting antara lain, pranata laboratorium pendidikan, dan petugas administrasi.

Pengelolaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Pengabmas) melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UP2M), Poltekkes Kemenkes Kendari mengacu pada dokumen terstandardisasi yaitu SOP penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta buku pedoman penelitian yang terbagi menjadi beberapa skim penelitian diantaranya Pedoman Buku Penelitian Dosen pemula (PDP), Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT), Penelitian Berbasis Kompetensi (PBK), Penelitian Kerjasama Dalam Negeri dan Penelitian Kerjasama Luar Negeri. Buku Pedoman Pengabmas, baik pengabmas mandiri maupun pengabmas wilayah. Arah penelitian serta penentuan fokus tema riset dan pengabmas mengacu pula pada RIP Penelitian dan Pengabmas.